Gunung Tua - Danramil 05/PB Kodim 0212/Tapsel Kapten Cpl MS. Nasution beserta anggota melaksanakan Upacara “HARI KELAHIRAN PANCASILA” di Lapangan Kantor Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) Kelurahan Pasar Gunung Tua Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Paluta, Senin (02/06/2025)
turut hadir dalam upacara tersebut, Bupati Paluta selaku Inspektur Upacara, Ketua DPRD Kab. Paluta, Dandim 0212/TS, Kajari Paluta, Sekretaris Daerah Kab. Paluta,Pimpinan OPS, Pabung Kab. Paluta Dim 0212/TS, Para Camat se-Kab Paluta, Danramil 05/PB, Kapolsek Padang Bolak, Dankipan C Yonif 123/RJW, Ketua TP-PKK Kab. Paluta, Ketua Persit Ranting Gunung Tua, Ketua Persit Ranting Kipan C dan Ibu Ketua Bhayangkari Polsek Padang Bolak
Danramil 05/PB mengungkapkan, dengan adanya Semangat Pancasila adalah semangat persatuan dan kesatuan yang diaplikasikan dalam kehidupan ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, mewujudkan Kemanusiaan yang adil dan beradab di seluruh sektor kehidupan, mari bersama sama membangun peradaban dengan mengedepankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“mari kita perkuat semangat kebhinekaan, Jaga kesatuan dan persatuan NKRI. Bhineka Tunggal Ika, Pancasila itu merupakan filsafat ideeologi bangsa dan negara. untuk semua, bukan hanya untuk golongan tertentu saja. Ideologi kita yang satu dan mempersatukan kita yang berbeda-beda. Kita boleh berbeda pendapat, namun untuk kepentingan bangsa, kita harus bersatu” ungkap Danramil
Menurutnya, Pancasila, bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
“dam dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, kami mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia mempersatukan seluruh bangsa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda” imbuhnya
“Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebhinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari Sila Pertama hingga Sila Kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” tutupnya
